Rumah bugis ini lumayan banyak betonnya. Padahal ya rumah panggung juga. Dinding rumahnya pun masih didominasi kayu. Bagian depannya saja yang diberi dak beton. Namanya rumah panggung, penghuni maupun para tamu langsung "disambut" oleh tangga -yang terletak di depan rumah- menuju ke lantai dua. Beberapa rumah panggung bahkan memiliki Dinding rumah umumnya menggunakan papan kayu angsana (Pterocarpus indicus), gamacca, belahan bambu sedangkan lantai menggunakan papan dari kayu angsana (Pterocarpus indicus) dan belahan bambu. Bangunan rumah kebanyakan menghadap kiblat dan tidak dibangun menggunakan paku, melainkan kayu atau besi. Stuktur bangunan rumah adat Bugis terdiri dari tiga bagian yang dipersonifikasi sebagai tubuh manusia, yaitu kaki, badan, dan kepala. Berikut ini adalah bagian rumah adat Bugis berdasarkan fungsi. Arsitektur tradisional Bugis adalah bangunan kayu bentuk rumah berpanggung, berkolong, dan berstruktur kerangka kayu. Masyarakat Bugis yang dikenal sebagai manusia bahari, gemar melaut, mengembara, berpetualang, sehingga etnik ini dapat dijumpai dimana-mana di seantero nusantara Dinding terbuat dari papan kayu yang disusun. Rumah Adat Bugis memiliki pintu pada dinding depan, sebagai jalan keluar/masuk rumah. Tempat pintu selalu diletakkan pada bilangan ukuran genap. Bila penempatan pintu ini tidak tepat pada bilangan genap, dapat menyebabkan rumah mudah untuk dimasuki pencuri atau penjahat. Rumah adat suku Bugis biasanya terbuat dari kayu dengan konstruksi yang kuat dan tahan lama. Bentuk bangunan rumah adat ini memiliki gaya arsitektur khas yang sangat menarik dan bernilai seni tinggi. Salah satu keindahan dari rumah adat suku Bugis adalah ukiran-ukiran yang terdapat di dinding dan tiang-tiang rumah. .

dinding rumah kayu bugis